ANALISIS KREDIT

By
in - - on
Image

TUJUAN ANALISA KREDIT

 

Pada dasarnya tujuan analisa kredit adalah sbb:

Melalui interview serta on the spot yg dilakukan oleh KANIT KSP CUOTS, terhadap pemohon kredit maka akan dapat diperoleh keterangan:

·       Pemohon kredit memiliki kemampuan (ability to pay) serta kemauan (willingness to pay) untuk membayar kembali kredit yang diterima beserta bunganya sampai lunas.

·       Menilai kewajaran informasi yg diberikan oleh pemohon serta verifikasi keabsahan dokumen.

·       Sebagai alat bantu untuk memutus permohonan kredit apakah wajar diajukan atau di stop.

Adapun Prinsip dan Aspek Analisa kredit adalah sbb:

PRINSIP 5 C, yaitu;

1.     Character

2.     Capacity

3.     Collateral

4.     Cash flow In and Out.

5.     Capital

6.     Condition of Economic

Dari 6 prinsip tsb, dijabarkan kedalam 7 (tujuh) ASPEK, yaitu:

1.     Aspek Yuridis/Legalitas

2.     Aspek Manajemen

3.     Aspek Pemasaran

4.     Aspek Tehnis

5.     Aspek Keuangan

6.     Aspek Jaminan

7.     Aspek Sosial Ekonomi.

Dari ke- 7 aspek tsb, kemudian dianalis dgn menggunakan metode Kuantitatif dan Kualitatif, yaitu sbb:

Metode Kuantitatif

-       Neraca

-       Laba Rugi

-       Cash flow

-       Rasio-rasio Keuangan

-       Data-data dari Bank ( buku tab atau rekening koran (giro)

Metode Kualitatif:

-       Aspek Yuridis/Legalitas

-       Aspek Management

-       Aspek Pemasaran

-       Aspek Tehnis

-       Aspek Jaminan

-       Aspek Sosial Ekonomi.

Pola analis kredit masing2 bank atau koperasi berbeda, namum secara garis besar adalah sama. Untuk KSP CUOTS ini, akan dicoba disederhanakan dgn cacatan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential principle)

1.     Character

Menilai character pemohon apakah pemohon bersikap jujur, ber-etikad baik dgn mengajukan beberapa pertanyaan:

a.     Apakah pemohon seorang yg bisa pegang janjinya dan dapat dipercaya atau malah obral janji.

b.    Apakah ada pinjaman ditempat lain dan apakah sdh lunas atau masih outstanding?

c.     Apakah keluarga pemohon termasuk keluarga berantakan atau keluarga yg utuh/harmonis

d.    Apakah pemohon, rajin seorang pekerja keras, ulet dan disiplin menepati janji dan tepat waktu.

e.     Apakah pemohon seorang yg religius, aktif beribadah dan kegiatan ibadah lainnya.

f.      Apakah pemohon bergabung dlm suatu komunitas yg beradab dan dikenal seorang yg humanis dan low profile.

g.     Apakah pemohon dikenal sebagai sosok premanisme, hobby judi, minum alkohol dan terlibat kegiatan illegal.

h.    Dll.

 

2.     Capacity

Menilai kemampuan pribadi pemohon dlm mengelola usahanya dari segi efektivitas dan efisien dgn mengajukan pertanyaan.

  • Apakah pemohon sukses mengelola usahanya, khususnya pada saat krisis ekonomi atau pandemic/Covid-19, agar digali strategi bisnis yg diterapkan. Jika pemohon kebetulan berprofesi seorang pegawai/polisi, Advocat apakah termasuk yg memiliki konduite baik di cross check ke kantor pemohon.
  • Pengalaman berusaha atau sdh berapa tahun mengeluti usaha atau sdh berapa tahun menjadi pegawai atau menggeluti profesi.
  • Kecenderungan perkembangan usahanya, meningkat atau turun, selidiki penyebab faktornya.
  • Semangat real dari pemohon dan komitmen berusaha atau bekerja baik sebagai pegawai atau sesuai profesi masing2.

 

3.     Collateral

Menilai kemampuan pemohon dari segi aset yg dimiliki, yaitu sbb:

  • Apakah rumah yg ditempati sdh milik sendiri, kredit atau kontrak, agar diperiksa sertifikatnya
  • Apakah rumah tsb dijaminkan ke BPR/Bank atau Koperasi, jika dijaminkan berapa angsuran pokok dan bunganya serta jangka waktunya.
  • Apakah pemohon memiliki aktiva bergerak/alat transporasi (mobil atau motor). Jika punya apakah sdh milik sendiri atau masih kredit atau digadaikan berapa angsuran pokok dan bunga dan jangka waktu.

 

4.     Cash Flow In and Out.


Menganalisa kondisi Arus Kas masuk dan keluar. Menganalis arus kas masuk dan keluar sangat penting, sebab pemohon untuk membayar kembali kredit yg diterima dari KAS, bukan dari modal atau laba. Mengapa arus KAS dibutuhkan:


Ad.1. Sebagai dasar untuk menetap kan kemampuan membayar kredit.

Ad.2. Merencanakan jlmh angsuran maksimum.

Ad.3. Merancang jangka waktu kredit dan jadual pemberian kredit sesuai usaha pemohon.


Untuk menilai arus kas:

a.     Masukkan kedalam daftar semua income rumah tangga dan usaha.

b.    Masukkan kedalam daftar semua expenditure RT, HPP dan rencana pembayaran angsuran kredit. Periksa apa kah ada saldo KAS, BEP atau negatif.

 

5.     Capital

Menganalisa modal pemohon, mengapa modal penting dlm analisa kredit. Sebab pada umumnya Kreditor tdk bersedia untuk membiayai debitur/pemohon 100%. Artinya setiap nasabah yg mengajukan kredit hrs pula menyediakan dana dari sumber lain, seperti tabungan atau modalnya.

 

6.     Condition of economic

Kondisi perekonomian sekarang dan masa yg akan datang perlu diperhatikan dlm analisa kredit sesuai dgn usaha masing2 pemohon. Dlm kondisi perekonomian kurang stabil terkait dgn usahanya yg kena dampak negatif, maka sebaiknya pemberian kredit ditunda, kalaupun terus di proses, sebaiknya dgn melihat propek usahanya ke depan.

 

Prinsip pemberian kredit adalah :

1.     Watak pemohon hrs menjadi pertimbangan utama

2.     Bagi KSP CUOTS, kualitas debitur lebih penting dibanding kuantitas debitur.

3.     Jangan memberikan kredit pada bidang usaha/kegiatan yang tidak dipahami atau tidak jelas.

4.     Perlu diketahui agunan bukanlah pengganti watak untuk membayar kembali kewajibannya, melainkan kemauan untuk membayar dengan kata lain willingness to pay.

Demikian sekilas arti pentingnya ANALISA KREDIT, kiranya dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran.



MITIGASI RISIKO KREDIT & TINGKAT KESEHATAN BAGI KREDITUR/BANK

  1. Salah satu mitigasi kredit, adalah Legal Limit Lending atau BMPK, yaitu: Batas Maksimun Pemberian Kredit kpd masing2 calon Debitur.
  2. Salah satu tingkat Kesehatan Lembaga Keuangan/Bank adalah Loan to Deposit Ratio, yaitu rasio antara Total Kredit yg diberikan dgn Total Simpanan yg diterima.  Adapun rasio yg dinilai sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat sbb:

·       Sehat <= 94,75%

·       Cukup sehat > 94,75% sd 98,50%

·       Kurang sehat < 98,50% sd 102%

·       Tdk sehat < 102%.

 

 

ANALISA ARUS KAS

CALON DEBITUR SEBAGAI KARYAWAN ATAU SEBAGAI WIRASWASTA.

SEBAGAI KARYAWAN:

Mengingat sumber penghasilan karyawan adalah gaji bulanan yg bersifat tetap/fix amount, maka langkah yg

dilakukan KANIT adalah :

  • Konfirmasi apakah single income atau double income.
  • Memeriksa gaji bersih ( take home pay) atau bukti transfer bank minimal 3 bln terakhir atau jumlah uang masuk ke rekening karyawan/karyawati tsb. Jangan berpatokan kepada gaji bruto/gaji kotor.
  • Kemudian take home pay tsb, perhitungkan atau kurangkan dgn biaya/pengeluaran2 rumah-tangga, seperti biaya utilities dan pengeluaran lainnya termasuk cicilan utang2 lainnya jika ada.
  • Setelah teliti atau dipastikan saldonya lalu di keep dulu.
  • Kemudian buatkan simulasi pembayaran bunga dan cicilan pokok atas kredit yg diterima dari KSP CUOTS, sesuai plafond kredit yg terima serta jangka waktunya.
  • Lalu hasil simulasi tsb, sandingkan dgn saldo diatas, kira2 bisa tidak meng-cover pembayaran bunga dan cicilian pokok kredit tsb, dgn kriteria sbb:
  1. Jika Saldo < 200 % x kewajiban: Sangat baik
  2. Jika Saldo =< 150 % x kewajiban : Baik
  3. Jika Saldo =< 120 % x kewajjban :

Cukup

Jika Saldo =< 100 % x kewajiban :

Waspada

·       Jika Saldo => 100 % x kewajiban : Tolak.


Demikian disampaikan, kiranya dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus diimplementasikan.

Hisar P Situmorang,SE, CRBD

(Certificated Rural Bank Director)